Ukhang Alas atau khang Alas atau Kalak Alas telah bermukim di lembah
Alas, jauh sebelum Pemerintah Kolonial Belanda masuk ke Indonesia dimana
keadaan penduduk lembah Alas telah diabadikan dalam sebuah buku yang
dikarang oleh seorang bangsa Belanda bernama Radermacher (1781:8), bila
dilihat dari catatan sejarah masuknya Islam ke Tanah Alas, pada tahun
1325 (Effendy, 1960:26) maka jelas penduduk ini sudah ada walaupun masih
bersifat nomaden dengan menganut kepercayaan animisme.
Nama Alas diperuntukan bagi seorang atau kelompok etnis, sedangkan
daerah Alas disebut dengan kata Tanoh Alas. Menurut Kreemer (1922:64)
kata "Alas" berasal dari nama seorang kepala etnis (cucu dari Raja
Lambing), beliau bermukim di desa paling tua di Tanoh Alas yaitu Desa
Batu Mbulan.